Menu Close

Cara Duduk di Antara Dua Sujud yang Tepat

Cara Duduk di Antara Dua Sujud yang Tepat

all-truereligion.com – Setelah melakukan sujud pertama, orang yang salat akan bangun dari sujud untuk iftirasy dalam salat. Anda harus memahami cara duduk di antara dua sujud dengan baik dan benar sesuai dengan dengan ketentuan hadis al musi’ shalatahu. 

Beberapa Langkah Duduk yang Benar Berdasarkan Hadis

  1. Duduk Iftirasy

Cara membentangkan bagian atas kaki kiri di lantai dan mendudukinya. Lalu kaki kanan ditegakkan dengan jari menghadap kiblat. Di dalam HR Bukhari no. 828 dan muslim no 226 dinyatakan duduk dalam salat di dua rakaat untuk pertama dan Anda harus duduk di bagian atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.

 

Di rakaat terakhir, Anda dapat mengeluarkan kaki kiri, tegakkan kaki kanan dan menduduki lantai. Pada riwayat lain, kaki kiri ditekuk dan juga diduduki, badan diluruskan kembali sampai semua anggota tubuh kembali lagi pada tempatnya. Lalu kembali sujud Cara tersebut tertulis di HR. Tirmidzi no.304 At Tirmidzi hasan shahih.

 

Pedoman duduk iftirasy merupakan cara yang paling sopan dan melambangkan kerendahan hati. Untuk anjuran tahiyyat akhir yang diiringi dengan salam, dengan cara tawarruk. Duduk tawarruk, dengan cara melipat jari kaki bagian kanan mengarah ke kiblat. Namun cara lipat jari kanan tersebut bukanlah suatu kewajiban.

 

Di saat tahiyyat akhir, jika Anda tidak melipat jari kaki kanan ke kiblat, maka salatnya tetap di sah, dan dianggap tidak melakukan kesalahan dalam satu sunnah. Bagi seseorang yang sedang sakit atau uzur jari pada kaki dapat menuju ke arah kiblat dan memilih cara yang memungkinkan untuk duduk itfirasy atau tawarruk.

 

Cara serta posisi duduk saat sedang salat sebenarnya tidak ditentukan secara pasti. Seperti yang sudah dijelaskan di kitab al-Majmu’ ala Syarh-al Muhadzab. Akan tetapi hal ini sudah menjadi anjuran untuk menggunakan posisi duduk tawarruk di tahiyyat akhir yang dilanjutkan juga dengan salam dan duduk iftirasy.

 

  1. Duduk Iq’a

Selain iftirasy cara duduk iq’a juga diperbolehkan saat sedang melakukan salat. Caranya dengan menegakkan kedua kaki, dan menduduki bagian atas kedua tumit kaki Anda, dengan jari kaki yang menghadap ke arah kiblat. 

 

Terdapat juga 2 macam duduk iq’a yang dilarang. Yang pertama menduduki bokong di atas lantai, tegakkan betis dan letakkan kedua tangan di atas lantai.

 

Tafsiran tersebut berasal dari Abu Ubaidah Ma’mar bin Al Mustsanna dan muridnya Abu Ubaid Al Qasim bin Salam. Jenis yang kedua, dengan cara mendudukkan bokong di atas tumit. 

Baca Juga : 5 Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis yang Bisa Dicoba

Cara duduk di antara dua sujud harus dipahami dengan baik supaya salat dianggap sah. Posisi jari pada kaki diharuskan menghadap kiblat. Baik dengan cara yang pertama, kedua, atau ketiga semuanya dapat dilakukan karena sudah sesuai dengan sunnah yang sudah diajarkan pada syariat islam.