Menu Close

Flour Clay, Media Pembelajaran Atraktif di Tengah Pandemi!

Flour Clay, Media Pembelajaran Atraktif di Tengah Pandemi!

all-truereligion.com – Pendidik profesional di masa pandemi selalu berupaya keras demi meningkatkan pemahaman peserta didiknya atas materi yang mereka ajarkan. Pengajar andal dapat membangun antusias muridnya, sehingga proses belajar mengajar pun lebih mudah dilakukan, dengan menggunakan flour clay misalnya. Tapi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan flour clay?

 

Supaya kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, seorang pendidik tidak boleh hanya memfokuskan metode pengajarannya pada materi serta mendominasi jalannya sistem pembelajaran tanpa memperhatikan kondisi dan kesiapan dari peserta didik itu sendiri. Apalagi jika murid cenderung pasif dan kurang memahami materi ajar.

 

Kilas Singkat Flour-Clay

Secara garis besar, flour-clay merupakan adonan yang dibuat dengan tepung sebagai bahan utamanya. Tepung tersebut kemudian akan diuleni bersama air hingga kalis dan dapat dibentuk dengan mudah. Adonan yang juga kerap disebut sebagai playdough ini masuk dalam jajaran kerajinan tidak tahan air.

 

Produk-produk yang bisa dihasilkan oleh kerajinan ini relatif sangat banyak. Sebagian besar diantaranya digunakan sebagai hiasan di rumah. Misalnya saja aksesoris, rangkaian bunga, macam-macam souvenir, replika buah-buahan, miniatur hewan, mobil-mobilan anak, dan banyak lagi lainnya.

 

Cara Membuat Playdough

Tak melulu dijajakan dengan harga lumayan menguras, ternyata playdough bisa dibuat sendiri loh di rumah! Nah, untuk dapat memulai proses pembuatannya, Anda bisa memenuhi beberapa bahan yang dibutuhkan sebagai berikut:

  1. 15 sendok makan terigu
  2. 15 sendok makan tepung beras
  3. 15 sendok makan tepung kanji
  4. 200 gram lem putih
  5. 2 sendok teh pengawet kue
  6. Baby oil
  7. Pewarna makanan
  8. Baskom plastik
  9. Sendok ukur
  10. Sarung tangan plastik

 

Adapun langkah-langkah pembuatannya adalah:

  1. Pertama-tama, campurkan seluruh bahan tepung menjadi 1 bagian ke dalam sebuah baskom. Aduk hingga merata.
  2. Kemudian, tambahkan pengawet makanan kue supaya clay tidak cepat berjamur nantinya.
  3. Masukkan lem putih dalam adonan tadi dan uleni adonan tersebut hingga kalis. Apabila adonan dirasa masih terlalu lembek, Anda dapat menambahkan sedikit tepung ke dalamnya. Pun demikian bila adonan masih terlalu keras, bisa ditambahkan sedikit lem putih.
  4. Bila dirasa cukup kalis, masukkan baby oil secara perlahan supaya clay tidak lengket di tangan saat dibentuk-bentuk.
  5. Setelah itu, bagi adonan dalam beberapa bagian untuk selanjutnya diberi pewarna berbeda. Sehingga Anda akan mempunyai beberapa variasi warna untuk dikreasikan.
  6. Aduk hingga warnanya merata. Lalu, masukkan clay ke dalam plastik yang sebelumnya sudah diberi sedikit baby oil supaya tidak lengket. Diketahui, playdough mampu bertahan selama kurang lebih 2 bulan apabila disimpan dengan cara benar dan diletakkan di tempat kedap udara.

Baca Juga : Cara Mengatasi Bibir Kering Paling Efektif dan Terbukti Ampuh

Lewat rincian singkat di atas, sudah jelaskan apa yang dimaksud dengan flour clay? Meski mudah dibuat dan terkesan sepele, nyatanya playdough bisa sangat membantu pendidik dalam mendemonstrasikan materi ajarnya loh! Menarik ya?